Minggu, 04 Maret 2018

Self Description

My name is Joshua Rizky Hamenda, but you can call Joshua, Hamenda is my clan that signifies me as a descendant of manado tribe. I don’t understand my parents by giving a name like that. A lot of people asked me about my religion because of my name Joshua but my mother wearing hijab. I am the second of 2 siblings. My older brother named Reisah, he is 4 years older than me.
I was born on 9th June, 1996 in Bogor. My father worked as entrepreneurs, and my mother work houswife. When I was 4 years old, my family moved to Surabaya because at that time my father was trasfer to Surabaya by his company. I lived in Surabaya over 4 years, afther that my family decided to going back to Depok. Not many people know Depok was formely including city of Bogor. So basically Depok is my hometown.
Almost all of my friends know that I am obsessed with photography. I love taking and edit my picture. Actually photography is my passion, insyallah after I graduate form university I really want to work as photographer. Both of my parents always support me, as long as what I do is a positive thing. But I don’t know why after I graduated from high school I choose information system.

Selasa, 26 Desember 2017

Review Implementasi COBIT 5 Pada PT. KAI



1.      Pelaksanaan dan Dukungan
Pengembangan IT pada PT KAI dilihat dari pelaksanaan dan dukungan bagi keberlanjutannya, ternyata masih dapat ditemukan beberapa kelemahan sebagai berikut :
A.    Mengidentifikasi dan mengatur service levels
Instalasi sistem yang tidak seragam dan belum terintegrasi.
B.     Mengatur layanan pihak ke-3
Belum semua instansi membangun system layanan online bagi masyarakat yang dilayaninya. PT KAI pelayanannya hanya melalui telpon.
C.     Mengatur kinerja dan kapasitas
Tidak terdapat standarisasi antara kapasitas dan aktualitas, potensi dan hasil kerja.
D.    Memastikan layanan berkelanjutan
Roadmap yang dibuat hanya dalam jangka waktu pendek (short time), belum terdapat roadmap jangka menengah dan jangka panjang (long time). Roadmap jangka pendek tidak intensif, dan tidak terinci, sangat rentan terhadap penyimpangan. Acuan yang digunakan masih sangat umum sehingga sulit dilaksanakan.
E.     Memastikan keamanan system
Belum adanya sistem yang menjamin keamanan data serta pengelolaan data yang belum optimal. Tanggung jawab terhadap keamanan data dan transaksi yang tidak jelas, prosedur dan mekanisme pengamanan data yang minimalis dan sangat rentan terhadap serangan. Tingkat vulnerability sistem masih relatif tinggi.
F.      Identifikasi dan alokasi biaya/sumber daya
Alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran, sangat terbatas. Alokasi anggaran pada masing-masing tingkat instansi sangat beragam
G.    Edukasi dan pelatihan pengguna
Tidak adanya regenersi SDM sehingga SDM yang handal masih sangat terbatas. Kalaupun ada SDM yang cukup terampil, namun penempatan dan psosisinya tidak tepat sehingga tidak termanfaatkan kemampuannya secara optimal serta rendahnya penghargaan terhadap kinerja sumber daya manusia yang terampil. Meskipun sudah ada usaha untuk mensosialisasikan rencana-rencana , Sosialisasi dari implementasi masih belum optimal sehingga nilai manfaat dari perkembangan masih belum dapat dirasakan.
H.    Mengatur konfigurasi
Prosentase penggunaan teknologi informasi di masing-masing instansi yang masih kurang serta tingkat utilitas dari implementasi belum optimal.
I.       Mengatur masalah dan kejadian luar biasa
ID member masih dalam tahap perencanaan. Belum terdapat rancangan dalam penanganan kejadian luar biasa termasuk pertanggungjawabannya.
J.       Mengatur data
Data antara instansi belum terintegrasi. Sudah menggunakan data storage yang memadai. Manajemen back up data menggunakan komputerisasi.
K.    Mengatur fasilitas
Perencanaan fasilitas dan pemeliharaan sudah dilaksanakan, namun masih belum optimal begitu juga pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas.
L.     Mengatur operasional
Tidak didukung dengan sistem yang jelas. Peraturan yang ada masih bersifat umum dan multi tafsir.
Kesimpulan
Metode cobit perlu diterapkan pada PT KAI, hal ini berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Dengan diterapkannya metode cobit diharapkan kinerja PT KAI dapat lebih baik dan terorganisir sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dan juga dapat memberikan kontribusi bagi pengguna jasa kereta api, pemegang saham dan pemerintah.
Anggota:
1. Amelia Syafitri
2. Joshua Rizky Hamenda
3. Lauza Illadini
4. Rri Dwi Putri Santi
Kelas: 4KA17

Rabu, 01 November 2017

Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian difokuskan pada unit terkecil dari suatu modul program. Dilaksanakan dengan menggunakan driver dan stub. Driver adalah suatu program utama yang berfungsi mengirim atau menerima data kasus uji dan mencetak hasil dari modul yang diuji. Stub adalah modul yang menggantikan modul sub-ordinat dari modul yang diuji.

Pengujian integrasi
Pengujian terhadap unit-unit program yang saling berhubungan (terintegrasi) dengan focus pada masalah interfacing. Dapat dilaksanakan secara top-down integration atau bottom-up integration.

Pengujian validasi
Pengujian ini dimulai jika pada tahap integrasi tidak ditemukan kesalahan. Suatu validasi dikatakan sukses jika perangkat lunak berfungsi pada cara yang diharapkan oleh pemakai.

Pengujian sistem
Pengujian yang dilakukan sepenuhnya pada sistem berbasis komputer. Jenis pengujian yang dilakukan pada saat melakukan pengujian sistem, yaitu :

  1. Recovery testing
Pengujian dilakukan dimana sistem diusahakan untuk gagal, kemudian diuji kenormalannya.
b.     Security testing
Dilakukan untuk menguji mekanisme proteksi
c.     Stress testing
Pengujian yang dirancang untuk menghadapkan suatu perangkat lunak kepada situasi yang tidak normal.
d.     Performance testing
Pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sistem
Hal-hal yang diujikan selama pengujian :
  • Antarmuka modul
  • Struktur Data Lokal
  • Kondisi Batas
  • Jalur-jalur Bebas
  • Jalur-jalur penanganan kesalahan